NGOPREK 2026 #2: SQL Injection Using AI – Eksplorasi Time Delay dan Error-Based Attack

Depok, 5 Mei 2026 – CCIT FTUI kembali menyelenggarakan kegiatan NGOPREK 2026 #2 dengan mengangkat tema “SQL Injection Using AI”. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang OCR 2, Gedung Engineering Center FTUI, dan diikuti oleh peserta yang antusias dalam memperdalam pemahaman di bidang keamanan siber, khususnya teknik eksploitasi database.

Pada kesempatan ini, kegiatan menghadirkan narasumber, yaitu Muhammad Fadly Akhyar, peserta didik CCIT dari Program Cyber Security. Dalam sesi pemaparan, peserta mendapatkan wawasan mendalam mengenai teknik SQL Injection yang dikombinasikan dengan pendekatan berbasis kecerdasan artifisial (AI) untuk mengidentifikasi serta mengeksploitasi celah pada sistem website.

Narasumber membahas dua teknik utama dalam eksploitasi SQL Injection, yaitu time-based delay dan error-based condition. Pada metode time delay, peserta diperkenalkan pada cara mendeteksi kerentanan sistem dengan mengamati respon waktu dari server setelah diberikan query tertentu. Teknik ini sangat berguna ketika sistem tidak menampilkan error secara langsung, namun tetap dapat dianalisis melalui perbedaan waktu respon.

Selain itu, dibahas juga teknik error-based SQL injection, di mana eksploitasi dilakukan dengan memanfaatkan pesan error yang muncul dari database. Peserta diajak memahami bagaimana informasi sensitif dapat diekstrak melalui manipulasi query yang memicu error tertentu pada sistem.

Dalam sesi ini, penggunaan AI menjadi salah satu poin penting, di mana teknologi ini dapat membantu dalam mengotomatisasi proses pencarian celah, mempercepat analisis kerentanan, serta meningkatkan efektivitas eksploitasi dibandingkan metode konvensional.

Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif, di mana peserta aktif mengajukan pertanyaan dan mendalami studi kasus nyata terkait keamanan database dan tantangan dalam melindungi sistem dari serangan SQL Injection.

Melalui kegiatan NGOPREK 2026 #2 ini, CCIT FTUI kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi terkini. Diharapkan, peserta dapat memahami risiko keamanan yang ada serta mampu mengimplementasikan langkah-langkah pencegahan yang tepat dalam pengembangan sistem yang lebih aman.