Sebagai bagian dari upaya mempersiapkan calon lulusan Program Profesional CCIT FTUI untuk terjun ke dunia usaha dan industri (DUDI), sebanyak 30 siswa CCIT dengan penuh antusias mengunjungi PT. Komatsu Indonesia pada Rabu, 19 Februari 2025. Perusahaan yang berdiri sejak 1982 ini telah berkembang menjadi salah satu pemain utama dalam industri alat berat di Asia Tenggara, memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan infrastruktur di Indonesia.
“Mengusung konsep Creating Value Together, Komatsu Indonesia berkomitmen untuk terus berkontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia dan lingkungan sekitarnya. Melalui berbagai inovasi dan upaya berkelanjutan, kami terus meningkatkan kualitas produk agar menciptakan keberhasilan bersama. Komitmen kami adalah untuk selalu beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang,” ujar Bapak Subianto, perwakilan manajemen Komatsu Indonesia yang berlokasi di Cakung, Cilincing, Jakarta.
Sambutan dari pihak Komatsu Indonesia mendapatkan apresiasi dari Eny Prastyaningsih, Koordinator Divisi CEP & IDUKA, yang turut mendampingi para siswa dalam kunjungan industri ini. “Kunjungan industri merupakan jembatan penting antara lembaga pendidikan dan dunia kerja. Melalui kegiatan ini, siswa CCIT dapat bertemu langsung dengan para profesional yang berbagi pengalaman serta wawasan mereka di dunia industri. Tak hanya itu, siswa CCIT juga mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dan menggali informasi tentang tantangan serta peluang karier di bidang ini. Bahkan perusahaan manufaktur seperti Komatsu banyak menggunakan dan memanfaatkan fitur dan aplikasi pemanfaatan dalam ICT untuk komponen alat beratnya. Tentu saja makin canggih dan modern,” ujar Eny.
Selama kunjungan, siswa CCIT diajak menjelajahi tiga lokasi utama di fasilitas Komatsu Indonesia, yaitu Takumi Training Center, Fabrication Plant, dan Assembling Plant.
Di Takumi Training Center, para siswa mendapatkan wawasan mengenai sejarah dan perkembangan PT. Komatsu Indonesia. Kemudian, perjalanan berlanjut ke Fabrication Plant, di mana mereka diperkenalkan dengan proses produksi rangka alat berat. Dalam tahap ini, proses manufaktur melibatkan kombinasi antara tenaga manusia dan teknologi robot untuk melakukan pengelasan unit berukuran besar.
Lokasi terakhir adalah Assembling Plant, tempat di mana berbagai komponen alat berat dirakit hingga menjadi satu kesatuan yang siap digunakan di berbagai sektor industri. Siswa CCIT tampak antusias mengamati langsung bagaimana setiap bagian alat berat dirakit dengan presisi tinggi. Mereka juga aktif bertanya kepada para profesional mengenai inovasi teknologi manufaktur, efisiensi produksi, serta prospek karier di industri ini.
Pengalaman Berharga untuk Masa Depan
Kunjungan industri seperti ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi siswa CCIT. Mereka tidak hanya mendapatkan pemahaman lebih mendalam tentang dunia manufaktur alat berat, tetapi juga melihat langsung bagaimana penerapan teori yang mereka pelajari di kelas diterapkan dalam dunia kerja. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk memperluas jaringan profesional dan memahami budaya kerja di industri.
Lebih dari sekadar kunjungan, pengalaman ini menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus belajar, menggali potensi diri, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa depan. Dengan pemahaman yang lebih konkret mengenai industri alat berat, diharapkan para lulusan CCIT dapat lebih siap bersaing di dunia kerja dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan industri di Indonesia.