
Depok, 13 Desember 2025 – CCIT FTUI bersama Google Developer Groups (GDG) Depok mengadakan kembali Developer Festival (DevFest) Depok 2025 di Balai Sidang Universitas Indonesia pada Sabtu, 13 Desember 2025. Acara ini mempertemukan ratusan peserta, termasuk pengembang perangkat lunak, akademisi, serta perwakilan pemerintah, dengan tujuan utama menjawab tantangan kesenjangan talenta digital di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital nasional. Konferensi ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis teknologi.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hadir secara langsung pada pembukaan, Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat, Rispiaga, menyampaikan sambutan sekaligus menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mendorong pengembangan talenta digital sebagai fondasi penting pertumbuhan ekonomi kreatif. Rispiaga menekankan bahwa meskipun kontribusi Jawa Barat cukup besar, tantangan utama masih terletak pada kesiapan sumber daya manusia. Menurut data yang dikutipnya, hingga tahun 2030 pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat akan berada pada bidang seperti Big Data Specialist, Fintech Engineer, dan AI Specialist. Dalam konteks ini, DevFest Depok dianggap sebagai langkah nyata dalam mempersiapkan talenta-talenta masa depan tersebut.
Selain dari provinsi, tingkat pemerintahan kota juga memberikan perhatian penuh terhadap acara ini. Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menyatakan bahwa inisiatif komunitas seperti DevFest merupakan akselerator penting bagi pengembangan Kota Depok berbasis inovasi. Ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor antara komunitas, pemerintah, dan sektor lainnya guna menciptakan ekosistem teknologi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayahnya.
Sependapat dengan itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok, Manto, turut menilai bahwa penguatan literasi digital serta pengembangan talenta teknologi merupakan kunci utama dalam proses transformasi layanan publik sekaligus meningkatkan daya saing daerah. Menurutnya, kemampuan teknologi tidak hanya relevan bagi sektor industri, tetapi juga harus meresap ke dalam tata kelola pemerintahan yang lebih efisien dan responsif.
Peran akademisi juga menjadi bagian penting dalam sinergi ini. Prof. Dr. Muhammad Suryanegara, Direktur CEP-CCIT Fakultas Teknik Universitas Indonesia, memberikan apresiasi terhadap peran komunitas teknologi dalam mempercepat transformasi digital di daerah. Ia menekankan pentingnya hubungan yang erat antara dunia pendidikan tinggi dan kebutuhan nyata industri digital sebuah pendekatan link and match agar lulusan perguruan tinggi memiliki kesiapan dan relevansi dengan tuntutan pasar kerja.
Mengusung tema “Code Beyond the Max Level”, DevFest Depok 2025 menghadirkan enam pembicara bertaraf internasional yang berasal dari kalangan Google Developer Experts (GDE) dan para praktisi industri teknologi. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan wawasan mendalam serta inspirasi praktis bagi peserta yang hadir, sekaligus memperkuat jaringan antara komunitas pengembang lokal dengan pemangku kepentingan global.
